15. Dunia Iblis.

1548 Kata

Jembatan api dan lahar panas itu terus menyambut langkah Luciavy. Ia mulai meninggalkan Veela yang terlihat senang dengan angin beliung yang berisi api dan lahar panas yang Luciavy ciptakan. Sedangkan Tiressa, hanya bisa menahan sakit saat api itu membakar tubuhnya. Seluruh kerajaan Dunkelhell hancur meski api Luciavy tak dapat membunuh Tiressa. *** Luciavy membuka kedua matanya pelan. Menatap sekitarnya dan berputar untuk memastikan. Sebuah tangan menyentuh pundaknya lembut. Sorot mata khawatir itu terlihat jelas, hingga Luciavy tertegun. "Kau terpejam seakan tertidur. Matamu terpejam namun jantungmu berpacu cepat. Kau bahkan tak mendengarkan kami saat mobil Zefanya hampir menabrakmu. Kau-" "Vion," potong Luciavy lirih. Vion mendongak. "Aku hanya khawatir padamu." Luci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN