“Bukan! Aku ngga selingkuh, Nirma!” Mata Nirmala menatap Rafi dengan penuh keraguan meski pacarnya menyangkal kalau dia tidak selingkuh. Rasanya Nirmala seperti tidak bisa lagi mempercayai Rafi sepenuhnya. Tapi dia juga tak bisa menyalahkan Rafi begitu saja hanya karena sebuah lipstik. “Terus kenapa benda itu ada di tas kamu? Nggak mungkin itu kamu yang pake, kan?” tanya Nirmala lagi, dia mengusap air matanya saat Rafi hendak melakukan itu untuknya. Dia tidak mau diluluhkan hanya dengan sentuhan, Rafi harus menjelaskan sejelas-jelasnya tentang lipstik itu. “Aku ...” Rafi menghela napas berat, mengambil ancang-ancang bersiap untuk menjelaskan. “Aku jemput temenku kemarin karena dia pulang larut malam banget dan dia nitip tas make up dia di tas aku, mungkin lipstik itu jatu—“ “Temen si

