Nirmala terus mengruas emosinya akan Rafi dengan cara melukis. Dia mencoba untuk tidak merasa sedih karena masalahnya dengan Rafi yang melibatkan rasa cemburu. Namun dia terus kepikiran akan keadaan Rafi yang akhirnya menggugurkan egonya untuk tidak menghubungi pacarnya itu. Kini lukisannya pun jadi tidak terkonsep karena terus memikirkan Rafi, sehingga Nirmala meraih ponselnya dan menghubungi Rafi. Dia menunggu sambungan telfonnya untuk diangkat dengan gugup. Tidak tahu akan melakukan apa setelah Rafi menjawabnya, namun yang jelas Nirmala akan meminta maaf pada pacarnya. Dari pada hatinya tidak tenang, Nirmala harus menyingkirkan egonya lebih dahulu. “Halo?” Suara perempuan? Batin Nirmala. Bukan Rafi yang menjawab telponnya, tapi justru suara perempuan yang membuat Nirmala langsung m

