Ivan menunggu jawaban Nirmala dengan amat tidak sabar. Dirinya bahkan telah menghitung di dalam hati kalau ini sudah lewat 1 menit namun Nirmala masih menatapnya saja. Suasana panas di antara mereka menjadi berangsur menghangat karena hal ini. Begitu pula dengan sinar gairrah di kedua mata Nirmala yang mulai surut. Jadi ... apakah Nirmala kemudian menolak untuk melanjutkan? “Dokter ...” “Ya?” Ivan menyahut dengan lembut agar tidak membuat Nirmala merasa tidak nyaman. Tangan Ivan yang sejak tadi ada di celana yang Nirmala gunakan pun beralih ke sisi tubuh gadis ini. Dia masih berada pula di atas tubuh Nirmala dan mengukungnya memastikan gadisnya tidak akan kabur. “Aku ... belum pernah sejauh ini ...” ungkap Nirmala dengan pelan. Dia meneguk ludahnya susah payah sebab di hadapannya ad

