Perempuan yang biasanya ceria itu mendadak diam dan lesu bersandar di kursinya– berusaha untuk terpejam. Sepertinya dia terlalu lelah. Akhir-akhir ini jarang sekali bisa tertidur nyenyak karena pekerjaan yang kian membludak. Tubuhnya kurang nyaman. Dia ingin sekali tertidur. Tapi pekerjaan masih harus diselesaikan. Dia harus menyelesaikan terlebih dahulu karena jika dibiarkan begitu saja Genta tentu akan marah padanya. Dia kembali melanjutkan pekerjaannya dengan lesu dan pelan. Tubuhnya benar-benar tidak mendukungnya untuk beraktivitas. "Eh...." Pekiknya ketika menyadari ada cairan merah keluar dari lubang hidungnya. Dia pun segera mengambil tisu dan menyumbatnya supaya darah yang keluar tidak semakin banyak. Namun ternyata darah tersebut sudah mengotori kertas rancangannya. Gempita terl

