Sebuah kawasan di Utara kota, berjarak ratusan kilometer. Kawasan yang sengaja dibuat seperti hutan belantara. Rimbun dan penuh pohon-pohon tinggi besar. Kawasan yang memiliki luas wilayah dua puluh hektar. Yang isinya rimbunan berbagai macam pohon. Branco berada jauh dari pusat kota, tapi masih tercatat sebagai bagian resmi wilayah. Anomali. Seperti lubang hitam di peta—ada, namun tak pernah disentuh. Akses jalan menuju ke sana dibuat sempit, seolah sengaja menyaring siapa saja yang berniat datang. Pepohonan menjulang tinggi membentuk atap alami, membuat cahaya matahari hanya turun sebagai garis-garis tipis di antara dedaunan. Wilayah yang satu-satunya berwarna hijau di peta kota Aurelia. Tetapi .... Tak ada warga kota yang berani mendekati Branco. Bukan karena legenda—tapi karena

