“Apa black card ini bisa dipakai di luar Indonesia?” tanya Cassie sangat konyol. “Bisa, Cassie.” Alex mengangguk dengan tenang. Tentu saja bisa. Cassie hanya bergurau. “Yaudah, pake ini aja.” wanita itu mengeluarkan satu black card yang beberapa waktu lalu diberikan Alex untuknya kepada seorang pelayan yang bekerja di restoran yang buka selama dua puluh empat jam di dekat bandara. “Ini sarapan terpagi,” kata Cassie kepada Alex. “Oh, ya? Kamu belum pernah sarapan jam lima pagi?” Alex menyeruput kopinya untuk yang terakhir kali sebelum mejanya dibersihkan karena Cassie sudah membayar. Restoran yang dikunjungi Alex cukup sederhana namun kopinya enak. “Nggak ada orang yang sarapan jam 5 pagi, kak Alex.” Cassie memutar kedua bola matanya. “Sekarang ada. Kamu.” Alex terkekeh. “Terima kasi

