Alex mengusap bibir Cassie yang beberapa detik lalu berhasil membuatnya pelepasan. SiaI, Alex nyaris kehilangan fokus saat menyetir. “Do you like it?” tanya Cassie setelah dia duduk nyaman kembali ke kursi penumpang. “Jangan ditanya, sayang.” Alex sudah melakukan banyah hal Iiar bersama para wanita terdahulu sebelum Cassie. Namun karena ia selalu tahu tidak akan pernah ada hubungan lebih setelahnya, Alex hanya memakai syarafnya untuk menikmati. Namun sekarang, Alex merasa berdebar. Ini lebih dari ia menyukai mulut Cassie mengulum gairahnya. Ini seperti ia tidak akan bosan jika si cantik terus melakukannya. Dan Alex ingin Cassie melakukannya, hanya kepada dirinya sendiri. “Apa kak Alex lemas?” goda Cassie ketika Alex harus menghela napas beberapa kali. “Sedikit hilang fokus.” Alex ju

