Dirga mengaktifkan kembali ponselnya begitu keluar dari pesawat yang ia tumpangi dalam perjalanan London – Doha – Jakarta. Seperti biasa, pria itu hampir tak pernah mengisi jatah bagasinya, cukup satu koper kabin dan sling bag saat keberangkatan, dan berubahnya sling bag menjadi ransel saat kembali ke Jakarta – menambah space untuk membawa buah tangan bagi sang istri tercinta dan anak-anaknya. Siapa juga yang mau repot bolak balik packing jika perjalanan jauh itu harus ditempuhnya sekali sebulan sejak jatah tugas di tanah airnya habis. "Mama ga ngijinin Andien hamil dan melahirkan sendirian di sana, Ga. Biarin Andien dan anak-anak di sini. Andien ga akan kekurangan kasih sayang, kami semua sayang sama istrimu!" "Bukan itu, Ma. Dirga tau kalian sayang sama Andien, tapi Dirga ga mungkin

