Riel keluar dari ruangan itu bersama dengan Fallany, laki-laki itu terlihat masih bugar, matanya masih terbuka sempurna, berbeda dengan Fallany yang jujur sudah cukup mengantuk, di ujung koridor mereka bertemu dengan Jimmy, mereka bertiga akhirnya berjalan beriringan menuju parkiran, jelas disertai dengan omongam-omongan tentang pasein, tentang penyakit yang mereka hadapi dari pasein, dan tentang bagaimana mereka menjalani hidup hari ini. “Lo naik apa pulang? Mau ditemenin enggak?” tanya Fallany, perempuan itu menyenggol bahu Riel yang lebih tinggi darinya, seolah menggoda laki-laki itu, padahal Fallany bisa melihat dengan jelas ada calon tunangannya di sana. Riel memalingkan kepalanya, bisa-bisanya perempuan itu menggodanya disaat ia bersama dengan Jimmy,

