Fallany akhirnya tertawa tanpa air mata, perempuan itu menusukkan jarinya di pipi Riel, membuat laki-laki itu menoleh sebentar tanpa berkomentar, “lucu banget, lo selalu marah-marah, selalu ngegas, aneh banget lo jadi ramah gini, jadi baik gini, geli, lucu gitu, gemes,” puji Fallany disertai kekehan. Riel akhirnya hanya berdiam diri, ia menadak terdiam dengan perlakuan Fallany yang menusuk-nusuk pipinya, tidak, ia tidak risih, hanya saja baru ada perempuan yang berani seperti ini padanya, perempuan itu benar-benar semaunya, mobil yang dikendari Riel akhrinya sampai di depan rumah Fallany, ya, benar-benar di depan rumah itu, bahkan Riel benar-benar masuk ke halaman rumah perempuan itu, “tidur ya lo, awas aja enggak tidur perkara masalah ini,” pering

