Malam harinya, saat sudah sampai rumah. “Kau pulang terlambat,” ucap Frans. “Ah, kau belum tidur?” tanya Selly yang baru saja selesai menutup pintu. “Ya, aku habis bekerja.” “Oh iya, Seniman Martin memutuskan untuk memberikan karyanya ke galeriku,” ucap Selly menceritakan kabar bahagianya pada Frans. “Baguslah, selamat,” ucap Frans. “Jadi mereka terus bersama sampai selarut ini? Membayangkannya saja, aku tidak mau,” batin Frans yang kesal. “Kau pasti sangat berterima kasih padanya, ya,” ucap Frans. “Tentu saja. Dia yang duluan menawarkan diri begitu mendengar tentang rencana pembukaan galeriku.” Selly terlihat bahagia saat menceritakan hal itu. Frans menghelas napas, “Kalian berdua pasti akan jadi lebih akrab, karena akan sering bertemu soal pekerjaan.” “Mungkin.., akan begitu sih

