Di rumah. Selly sudah berada di dalam kamarnya, Selly tampak masih tak percaya akan sikap Frans yang sangat berani. Saking senangnya Selly sampai guling-gulingan di atas ranjangnya sambil memeluk boneka kesayangannya. “Hehehe…!!” Selly senyum sendiri. “Frans menciumku di depan banyak orang. Sepertinya dia benar-benar menyukaiku,” pikir Selly sambil memegang bibirnya. Namun, sesaat kemudian. Dia teringat akan sikap Frans sebelum kecelakaan dirinya. “Kalau tidak ada wanita lain. Kenapa dia mengajakku bercerai?” “Aku tidak ingin mengetahui alasannya, walaupun nantinya akan tahu juga. Tapi aku harap itu bukan sekarang.” Untuk sekarang Selly tidak ingin memikirkan hal seperti itu dulu. * * * Keesokan harinya. Frans tengah dipusingkan dengan pekerjaannya. Dia tengah berbicara deng

