Part 17. Tidur Terpisah

1116 Kata

Sesampainya di dalam mobil, suasana tampak dingin dan kaku. “Apa dia cemburu? Aku memberikan kontakku karena aku pikir akan bagus untuk mengenalnya sebagai rekan kerja,” pikir Selly. “Apa kau baik-baik saja? Tiba-tiba suasana hatimu terlihat tidak baik,” tanya Selly. “Karena kalau dia cemburu, berarti dia menaruh perhatian padaku. Aku harap begitu. Apa aku coba tanya lagi?” batin Selly yang penasaran. “Menurutmu, bagaimana orang itu? Bukankah dia terlihat baik?” tanya Selly kembali. “Sepertinya sudah takdir, kita semua bertemu di galeri. Dan seperti yang dikatakannya, berhubungan dengan nyaman seperti teman,” ucap Selly sambil tertawa kecil. “Bisa membicarakan karya jug..” “Tidak boleh jadi teman,” ucap Frans yang akhirnya merespon dan menatap Selly dengan wajah tidak suka. “Karena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN