Ana tidak pulang ke kosannya. Padahal tadi dia sebegitu bersikeras nya meminta Nadia untuk pulang dan mengerjakan tugas, tapi dia sendiri malah membelokan setir untuk sampai di danau tempat terakhir kali Deanova mengajaknya. Dia tersenyum saat sampai di tempat yang sama dengan yang dia gunakan untuk mengobrol bersama dengan Deanova. Ternyata jika di siang hari pemandangan disini lebih menyenangkan disertai dengan angin yang bertiup sepoi-sepoi. Ana bahkan mengambil duduk di tempat yang sama. Yang berbeda kali ini hanya lah karena dia datang seorang diri. Ia menarik napas, lalu menghembuskan nya. Dia pikir jika Deanova berusaha maka dia bisa membawa kembali Deanova ke dalam ingatan yang pernah ada bersamanya. Tapi kemudian dia menyadari bahwa setelah kejadian itu, Deanova sudah jatuh ci

