38-Nasib Kalila

1116 Kata

Hidup merantau sendirian, tak pernah terpikirkan sama sekali oleh Kalila. Dia sadar sebaik-baiknya menyembunyikan bangkai akan tercium juga dan dia merasakannya kini. Rahasia besar yang dia simpan rapat sudah terkuak juga. Kini dia merasakan bagaimana penyesalan. Akan tetapi, semuanya terlambat. Syakilla tak pernah tak memperlakukannya jahat. Rasa iri membuatnya nekat melakukan hal seperti itu kepada saudaranya sendiri. Orang tuanya tak mau melihatnya lagi. Bahkan, entah statusnya sekarang masih anak keluarga Siswanto atau bukan. Kalila menghela nafas pelan. Tak selamanya kejahatan selalu aman. Justru kejahatan akan menjerumuskan pada keburukan. Hidup yang dipenuhi dengan kejahatan akan menyiksa diri sendiri. Pada ruangan yang sempit ini, Kalila harus menahan rasa lapar. Dia melewatkan ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN