33. Trending

985 Kata

Seperti yang diucapkan Haskara tadi malam, cowok tinggi itu sudah sampai didepan rumah milik pacarnya. Siapalagi kalau bukan Gladis. Cowok itu sudah bertengger dimotornya sejak pukul enam pagi. Tak lama pintu rumah itu terbuka menampilkan sosok Gladis dengan rambut yang diurai. Gladis itu berlari kecil menghampiri Haskara, "Selamat pagi." sapa nya dengan senyum. "Pagi." Gladis berjalan mendekati Haskara, manerima helm yang cowok itu berikan. "Tumbet gak diiket? Nanti kusut." Gladis menggeleng, "Gak apa kok, nanti bisa disisir." "Ya udah, ayo naik." Gladis menerima uluran tangan Haskara lalu menaiki motor besar itu. "Pagangan." "Iya sayang." Motor Haskara meninggalkan pekarangan rumah Gladis dengan kecepatan sedang, mengingat mereka keluar dari rumah cukup pagi. "Kita mau kemana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN