Sebelum mendatangi rumah Gladis, Haskara mampir terlebih dahulu ke salah satu toko kue. Membeli beberapa macam kue untuk buah tangan. Setelah selesai, Haskara melakukan mobil nya, membiarkan alunan musik mengisi kekosongan perjalanan mereka. Tak berapa lama, mobil Haskara berhenti didepan rumah putih abu-abu bertingkat dua itu. "Ayo." Setelah nya, mereka memasuki rumah. Kebetulan hari ini Hardian tengah libur kerja, katanya lelah. Jadi suatu keberuntungan untuk Haskara. Tapi, siapa sangka, bahwa Haskara diam-diam tengah menyiapkan diri menghadapi orang tua gadis itu. "Duduk dulu. Aku panggil mama papa." Haskara hanya mengangguk, kemudian duduk di sofa menunggu Gladis. Tangan nya sedari tadi mendingin, sesekali ia tiup untuk memberikan rasa hangat. "Haskara... Bener itu kamu nak?"

