28. IYA!

1422 Kata

Gadis masih berada dirumah Haskara. Gadis itu duduk terpekur di ruang tamu dengan tatapan tak percaya nya. Otak nya masih mengulangi kata-kata yang Haskara ucapkan. Jadi pacarku. Jadi pacarku. Jadi pacarku. Gladis meringis memejamkan mata. Ia menggeleng beberapa kali untuk mengenyahkan kata-kata itu. Kini Haskara tengah membersihkan diri dikamar nya. Serpihan kaca juga sedang di bersihkan sama bibi. Sekarang jam menunjukkan pukul sepuluh pagi. Masih ada beberapa jam menuju pulang sekolah. "neng." Gladis tersentak dari lamunan nya, "Ya bi?" "Dipanggil den Haskara, disuruh ke kamar nya." Gladis terdiam sesaat lantas mengangguk, ia menatap kamar Haskara dengan jantung berdegup kencang. Apa Haskara meminta jawabannya?. Batin Gladis. Gladis belum menjawab pernyataan itu, setelah Hask

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN