41.

1222 Kata

Malam ini, hujan kembali mengguyur kota Bandung. Membasahi bumi yang kering dengan tumpahan air yang berasal dari atas. Suasana sejuk dan bau tanah begitu menenangkan, tapi tidak untuk seorang gadis bernama Gladis. Sedari tadi, ia gelisah bahkan jam sudah menunjukkan pukul dua malam. Mata itu tak kunjung tertutup, ada kecemasan disana. Memikirkan bagaimana dengan Haskara, haruskah ia kluar rumah lalu berlari menuju rumah Haskara? Tidak sepertinya itu tindakan bodoh. Tapi bagaimana ini. Haskara takkan bisa tertidur jika dia tak ada disisi laki-laki itu untuk menenangkan. Detik jam terus berjalan, ia mengubah posisi tidur nya agar nyaman tapi tak kunjung menemukan nya. Ia meraih ponsel dengan tangan sedikit gemetar, menghubungi Haskara. Dering pertama tak terangkat, sudah pasti Haskara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN