Ini Hak-ku!

1237 Kata

14. Aku baru saja sampai dirumah. Mengistirahatkan badan di sofa sambil memijit kening yang terasa pusing. Tak menyangka jika Raisa berkata semenyakitkan itu. Apa benar aku ini pelakor? Karena nyatanya aku hadir setelah Mas Gunawan dan Raisa itu menikah lima tahun lalu? Ya Allah, sama sekali tak ada niat untuk menjadi orang ketiga dalam pernikahan mereka. Aku tertipu. Ponselku tiba-tiba berbunyi, Mas Gunawan, pasti dia akan memarahiku karena telah menyakiti istrinya kesayangannya. "Alina! Kamu ini kenapa sih? bisa tidak berbuat lemah lembut pada Raisa. Dia kan hanya mengajakmu berdamai, Kenapa justru kamu menyiramnya dengan jus jeruk? Aku ga habis pikir, Lin. Ternyata kamu se-bar-bar itu." Aku menjarakkan ponsel dari telinga. Suara lantang Mas Gunawan memekakkan telinga. Aku mengerutk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN