Baihaqi

1266 Kata

"Gimana rasanya?" perempuan yang menendangku berucap angkuh. Aku tak bisa menjawab, ngilu ini masih menyiksa begitu juga malu sekali rasanya. "Lea! Elu ini apa-apaan. Kalau dia mati gimana? Kantung ajaibnya ditendang begitu." bentak Pak Baihaqi yang mulai mendekat. "Mati ya dikubur lah, Bang. Masa dipajang." Ketusnya cuek. Astaga, perempuan macam apa yang menjadi teman Alina. "Lagi pula, dia bawa pisau, mau membunuh Alina." "Serius, Lu!" "Iya, tuh pisaunya!" Perempuan itu memungut pisau yang tergeletak di lantai tak jauh dariku. Pak Baihaqi baru datang memang tidak melihat bagian awal. Dia tidak tahu jika aku membawa sebuah pisau lipat di saku celanakul "Oh, jadi ini mantan suami Alina yang punya istri dua itu." Lelaki itu setengah jongkok di depanku. Matanya menatapku lekat, sea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN