Bab Empat puluh Dua

1335 Kata

Bugh! Sebuah hantaman mendarat di perutku. Serangan yang tiba-tiba membuatku yang tak siap, sehingga terjengkang ke belakang. Pisau kecil yang kupegang terlempar entah kemana. "Mama, gapapa?" "Adit!" Ibu dan anak itu berpelukan sejenak, sebelum Adit mulai menghantamku lagi. "Adit! hentikan!" Pekikku. Tapi, pria yang lebih muda dariku itu tak menghiraukan. "Bang, siapapun yang menyakiti Mama, berhadapan dengan gw!" Adit terus menyerangku, walau aku berusaha menjelaskan. Tapi, provokasi dari Tante Irma mematahkan kebohongan yang aku ciptakan demi keselamatanku. Sepupuku itu dengan semangat memberikan bogem mentah pada wajahku. Kemudian, berdua dengan mamanya. Mereka mengikat tangan dan menyuruhku duduk. Kini aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Tangan terikat ke belakang, begitu juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN