Rayuan

1234 Kata

"Bang! Lu kok gitu?" Ubay tak menanggapi Lea. Lelaki itu langsung masuk ke dalam. Aku terdiam, tak tau harus berbuat apalagi. Lea menyerahkan Sabila yang dalam gendongannya padaku, lalu menyusul Ubay ke dalam. Entah apa yang mereka bicarakan. Aku memilih membawa kembali barang-barang Sabila ke mobil. "Kita ke rumah Tante aja, ya." bisikku. Sabila mengangguk. Wajah Sabila murung, senyum keceriaan hilang dari wajahnya. "Eh, mau dibawa kemana barang-barangnya!" bentak Ubay yang sudah keluar dengan Lea di belakang. "Maaf, Bay. Sabila aku bawa kerumahku aja. Biar aku yang jaga." Lirihku. "Biar kamu bisa bertemu dengan Bapaknya tiap hari? Lalu kalian balikan gitu?" tudingnya dengan nada rendah tapi cukup membuat perih. Aku melongo? Lea yang sedari tadi memasang wajah cemberut berlari ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN