Tentang Lea

1091 Kata

Mobil putihku baru saja mau keluar dari pekarangan rumah Lea, ketika sebuah mobil berwarna hitam metalik hendak masuk. Mobil itu membunyikan klaksonnya berkali-kali. Siapa sih? Aku menurunkan kaca jendela. "Hei, Alina!" teriak teman-temanku yang menerbitkan senyum dibibir. Dea, Nabila dan Anggi, mereka datang setelah Lea mengabarkan jika aku akan pindah ke kontrakanku sendiri. "Kalian, ngapain?" "Hmm ... masih nanya aja. Kamu yang ngapain, main pergi-pergi aja. Kamu anggap apa kita ini, ha?"seru Anggi, galak. "Aku ga pergi jauh, cuma pindah aja. Kan ga enak kalau nanti suami Lea kembali, aku masih disini." ujarku memberi alasan. "Halah! Alasan!" decih Lea yang menghampiri kami. Aku menyunggingkan senyum. Sebenarnya alasannya bukan itu. Ada hal yang tiba-tiba mengetuk hatiku, aku in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN