“Ayo, Nyonya Max, kita tak bisa lama-lama di luar, aku masih harus keliling komplek supaya tahu keadaan malam ini. Banyak rumah yang kosong malam ini,” ucap pria itu sembari tersenyum seperti tahu isi pikirannya. Mau tidak mau, Isabella pun ikut masuk dan berjalan pelan. Ia menunjukkan gas yang masih belum terpasang sejak pagi. Ia telah menunggu Max pulang tapi pria itu mungkin tidak mau menuruti keinginannya karena ia pun tidak melayaninya dengan baik. Resiko menikahi pria kaya yang seenaknya sendiri membiarkan dirinya terlunta, entah apa yang dipikirkan Max saat ini hingga membiarkan dia kelaparan di rumah. Gas akhirnya terpasang dan kompornya pun menyala. Ia merasa lega, senyuman sumringah membuatnya merasa senang setelah kompor itu menyala dengan cukup baik. “Biarkan itu menyala, a

