Semakin hari hubungan Vania dan Januar semakin dekat. Tidak hanya saat di kantor, beberapa kali mereka juga bertemu di luar. Januar semakin gencar mendekati Vania. Berawal dari sering memberinya bunga, atau mengajaknya bertemu di akhir pekan. Vania yang merasa galau karena jarang bisa bertemu dengan Heru tentu merasa dilema dengan perhatian yang Januar berikan. Awalnya Vania sempat menolaknya dengan sopan dan berusaha untuk tidak terlibat lebih jauh dengan Januar. Tapi pria itu tidak mudah menyerah dan terus mendekatinya. "T-Tuan, jangan seperti ini." lirih Vania ketika Januar mengungkungnya di antara dinding dan tubuhnya. Januar menyeringai,"Memangnya kenapa?" tanyanya santai. "Nanti orang lain bisa salah paham melihat kita." jawab Vania menggigit bibir bawahnya gugup. Januar yang me

