“Kenapa?” Safa menatap pria yang sedari tadi hanya berdiri didepannya dengan kening berkerut. Mungkin heran dengan perubahan mood Safa yang agak mainstream. Biasanya Safa akan selalu terlihat tenang.” Kenapa kamu sampe bikin dia hamil? Aku gak rela ada orang yang hamil anak dari kamu!” Dion sepertinya tau kemana arah pembicaraan calon istrinya itu.” Terus kenapa? Toh kamu nanti juga akan hamil anak aku.” “Aku mau mereka mati! Harus!” “Kamu gila?” “Aku bahkan bisa lebih gila dari kamu!” Teriak Safa dengan nafas tersenggal-senggal saking menahan emosi yang membuncah dalam dadanya. “Bayi itu gak salah.” “Dia salah karena berada dirahim yang salah! Aku gak sudi kalo ada wanita lain yang punya anak dari kamu!” “Udah lah! Ngomong sama kamu malah bikin aku lelah.” “Kalo kamu gak bisa, aku

