Safa tiba-tiba teringat dengan keributan yang terjadi kemarin saat resepsi pernikahannya. Ia tau dari beberapa orang jika ada pasangan wanita dan pria yang tampak ribut didekat gedung pernikahannya. Bahkan katanya si wanita sampai menangis dan memeluk sip ria, juga dua orang lagi yang mengawasi mereka dibelakang. Tanpa Safa harus berpikir dua kali pun ia tau siapa orang yang dimaksud. “Jadi mereka mau ngehancurin pesta pernikahan gue. Tapi gagal.” Gumam Safa dengan senyum miringnya. “Kamu kenapa?” Tanya Dion yang baru saja selesai mandi. d**a bidang milik suami dari Safa itu terpampang jelas. Safa kembali tersenyum menyadari semua yang ada dalam diri Dion sudah sah menjadi miliknya secara utuh. “Gak apa-apa. Kamu udah mulai ke kantor lagi besok?” Tanya Safa sambil berbaring diatas ranja

