Akhirnya hari pertandingan tiba juga . Alfen udah sejak pagi ada dikampus sementara Dara masih dirumahnya karena hari ini hari minggu dan biasanya emang dia bangun siang terus .
Tadinya Alfen mengajak Dara pergi bersamanya dari pagi tapi Dara jelas menolak . Karena hari minggu adalah jadwal ia untuk bangun lebih siang . Alhasil Alfen berangkat sendiri ke kampus .
Begitu bangun , Dara mengecek ponselnya yang sejak semalam ia letakkan di meja kecil disamping ranjangnya .
Ada satu chat line masuk dari Dion .
Bangun woy ! Mau ke kampus gak ? Alfen tanding sore kan ? Bareng yok !
Chat itu hanya 5 menit yang lalu sejak Dara baru buka ponselnya . Buru-buru ia mengetik pesan balasan . Kapan lagi coba bisa ke kampus bareng Dion . Ditawarin pula sama cowok sedingin dan semanis sop buah itu .
Gak lama balasan dari Dion muncul di notifikasi ponselnya .
Oke . Otw .
" Lah emang dia tau rumah gue ?" Ucap Dara pada dirinya sendiri . " Bodo ah ." Ia langsung beranjak untuk segera mandi dan siap-siap sebelum Dion datang .
Setelah selesai mandi Dara sibuk memilih pakaian yang cocok untuk ia pakai hari ini . Masalahnya selain nonton pertandingan futsal Alfen , malamnya kan Dion mengajaknya pergi . Gak mungkin ia pake baju yang biasa aja .
Akhirnya Dara memilih kemeja flanel biru dongker dengan kaos putih dan celana jeans sewarna dengan kemejanya . Ia menguncir rambutnya ekor kuda . Gaya seorang Dara memang terbilang biasa aja tapi percaya deh apapun yang dia pake pasti keliatan bagus .
Karena menurut Dara apapun yang ia kenakan asal nyaman ya pasti bakal keliatan bagus . Ia juga gak terlalu suka pake dress dan teman-temannya kecuali waktu acara prom night jaman SMAnya dulu atau waktu ada acara ulang tahun temen kampusnya .
Kadang Dara sendiri bingung dengan teman-temannya di kampus yang suka pake dress pas kuliah . Emangnya nyaman ya ?
Gue udah didepan rumah lo
Chat baru dari Dion . " Jadi dia beneran tau rumah gue ?" Dara melongok ke jendela kamarnya dan melihat kearah gerbang rumahnya . Disana ada satu motor ninja yang terparkir dan pemiliknya yang sedang berdiri bersandar ke motornya . " Tumben bawa motor ." Ucapnya . Karena seinget Dara kalo kekampus Dion selalu bawa mobil pajeronya .
Pipi Dara memanas menyadari jika nanti diboncengin sama Dion , gak bakal ada jarak diantara mereka . Beda gak kayak pas naek mobil . " Untung gue gak pake dress beneran ." Ia menatap dirinya sekali lagi didepan cermin kemudian segera keluar dari rumahnya untuk menemui Dion .
.......
Dari siang lapangan kampus sudah mulai ramai . Alfen dan teman-teman satu timnya sudah siap-siap di pinggir lapangan karena sebentar lagi pertandingan akan dimulai . Alfen telah mengenakan seragam futsalnya . Ia melihat ke sekelilingnya , sosok yang dicarinya sejak tadi belum juga muncul .
Siapa lagi kalo bukan Dara ? Alfen mendengus , harusnya tadi ia paksa aja cewek itu bangun pagi-pagi biar berangkat bareng ke kampus . Kalo udah begini kan ribet jadinya , berangkat sama siapa juga Dara nanti .
Gak lama sosok yang Alfen cari muncul , Dara keliatan berusaha melewati kerumunan penonton yang menghalangi jalanya , Dion mengukutinya dibelakang .
Dara berangkat sama Dion ? oh iya mereka kan abis ini mau kencan ya . Alfen membatin , miris . Lagi-lagi nyeri merambat di rongga dadanya , membuat Alfen menarik nafas dan menghembuskannya secara teratur . Setidaknya ini bisa meringankan sedikit nyerinya .
Begitu melihat Alfen , Dara langsung melambaikan tangannya . Gak lama Alfen dan teman-temannya harus memulai pertandingan mereka . Dara duduk di kursi paling depan , Dion duduk di sebelahnya .
" Untung gak telat ya ." Ucap Dion dengan napas sedikit terengah karena mengikuti cara jalan Dara yang ternyata cukup cepat untuk ukuran cewek , apalagi Dara yang badannya emang rada mungil dengan mudahnya nyelip-nyelip diantara kerumunan penonton sementara ia sendiri harus rela tubuhnya tertabrak-tabrak dengan tubuh lain . Walaupun kebanyakan dari mereka gak protes waktu Dion tabrak .
Iyalah kan Dion yang nabrak .
" SEMANGAT ALFEN !!! Gue tunggu traktirannya !!! Kalo kalah gue gak mau temenan sama lo lagi !!!!" Teriak Dara sambil melambai-lambaikan tangannya ke Alfen . Jelas aja suara Dara barusan terdengar hampir ke seluruh penonton .
Dion sendiri yang berada disebelahnya hampir jantungan karena Dara yang tiba-tiba teriak seperti itu . Ia melihat Alfen hanya nyengir lebar sambil mengacungkan jari tengahnya kearah Dara . Cewek disebelahnya ini malah ketawa .
" Gila ya kalian ." Dion baru menyadari persahabatan Alfen dan Dara yang ajaib banget ini .
Dara tersenyum . " Iya dong !!"
Selanjutnya mereka menikmati pertandingan futsalnya . Alfen dan Kevin paling menonjol diantara pemain futsal lain di tim mereka karena emang kelebihan wajah mereka yang bisa dibilang ganteng bikin siapapun gak bakal bosen nontonnya .
Pas Alfen menggolkan bolanya , Dara langsung teriak . Alfen juga malah lari-larian mengitari lapangan futsal sambil lempar kiss ke arah Dara saja tentunya .
" Ihhh jijik !!!" Dara bergidik ngeliat aksi Alfen yang gak jelas itu . Dion tertawa .
Jadi apa bener ada persahabatan antara cowok dan cewek yang hanya sekedar sahabatan tanpa ada perasaan lebih dari sahabat ?
Skor terakhir dicapai 5-4 . Pertandingan yang sangat seimbang karena memang kampus UKI dan Cempaka adalah rival futsal sejak lama tapi kampus mereka tetep saling bekerja sama .
Alfen menyumbang 2 gol dan akhirnya dimenangkan oleh timnya . Ia dan teman-temannya tos bersama dan berteriak-teriak girang . Ia melihat kearah Dara yang sedari tadi meneriakinya gak kalah heboh .
" Wihhhhh !!!! Bisa nendang juga ya lo !!! Gue tunggu traktirannya !!! Bye Alfen !!!!" Dara mengacungkan jempolnya sambil tersenyum lebar .
Alfen hanya mengangkat-angkat alisnya dengan tampang belagu . Bikin siapapun meleleh ngeliat mukanya yang emang ganteng banget itu . Sayangnya fansnya Alfen mengira kalo Alfen bisa bersikap sekonyol itu kalo sama Dara doang . Kalo sama temen-temen yang lain , cowok itu lebih kalem . Bahkan cuek .
Setelah capek berteriak-teriak heboh , Dion menarik tangan Dara untuk segera pergi karena mereka memang akan pergi bersama . Dara baru menyadarinya dan mendadak wajahnya memerah . Bagaimana bisa ia lupa kalo abis Alfen tanding , ia akan diajak pergi sama Dion .
Sebelum pergi , Dara dadah-dadah dulu ke Alfen . Cowok itu hanya mengangkat satu tangannya sambil mengangguk seakan mengijinkan Dara pergi . Setelah itu Dara dan Dion sudah tidak terlihat lagi , tertutup oleh penonton-penonton lain .
" Yok ! Ke edelweis aja . Makan-makan dulu kita . Dibayarin bos nih ." Kevin menepuk pundak Alfen yang dari tadi masih gak bergeming dari tempatnya .
Alfen mengangguk setuju lalu segera ganti baju dengan kaos hitam polos dan jeans abu-abu . Baru kemudian ke cafe edelweis bersama teman-teman satu timnya . Ini memang kebiasaan rutin mereka setelah pertandingan . Mau menang atau kalah yang penting dirayakan .
Bagi mereka menang kalah itu hal biasa , yang luar biasa itu kan kebersamaannya .
Berhubung kali ini tim mereka menang , jadi lebih special . Beberapa anggota timnya ada yang bawa pacar mereka karena emang bebas mau bawa siapa aja .
Untuk perkumpulan kali ini hanya Kevin , si kapten dan Alfen yang gak bawa pasangan . Biasanya Kevin bawa ceweknya , Randita . Tapi berhubung mereka udah putus beberapa minggu yang lalu karena kesibukan Kevin yang katanya ngelebihin presiden itu jadi si Randita gak tahan . Malah baru minggu kemarin Kevin liat Randita udah pacaran sama cowok lain .
Kevin cuma bisa komentar sedikit ke Alfen . " Cewek mah gitu . Udah ancang-ancang buat putus terus cari cadangan ." Walaupun Alfen tau itu hanya bentuk ucapan kekecewaan dari hati Kevin yang sebenernya sangat menyayangkan hubungannya dengan Randita yang sudah berjalan satu tahun lebih ini kandas gitu aja .
Oke cukup sesi curhatnya .
" Yaudah kalian jadi pasangan m**o aja buat malem ini ." Ledek Aldo yang hari ini tumben ceweknya mau diajak kumpul-kumpul . Biasanya malah Aldo paling jarang kumpul kayak gini karena lebih mentingin pacaran .
" Sialan !!! Ogah !! Gue normal !" Sahut Alfen dan Kevin yang jelas sangat menolaknya . Yang lain malah tertawa . Kemudian mereka asik berbincang soal pertandingan tadi bahkan ke masalah lain dan malah nyambung ke Alfen .
" Lah , Fen . Tadi gue liat Dara boncengan sama Dion . Biasanya kan dia ikut mulu sama lo kalo acara begini . Kalian putus ?"
" Jangan-jangan Dion nikung lo ? Mau gue hajar gak bocahnya ?"
" Dion yang senior itu ya ? Udah nongol dia ? "
" Gue kira Dion homo . Doyan juga sama Dara ."
Alfen berasa mau menutup kupingnya aja atau menggadaikan sebentar kupingnya ke siapapun yang membutuhkan . Daripada harus mendengar ocehan dari temen-temennya , bahkan pacar dari temen-temennya yang kebetulan satu kampus semua jadi ikutan nimbrung . Tadinya mereka diem aja karena gak ngerti pembicaraan cowok-cowok ini .
" Gue sama Dara kan sahabatan . Batu sih lo semua dari dulu gue kasih tau !!" Alfen mendengus , kesal .
" Yah beneran sahabatan doang ? Padahal cocok loh . Serasi ." Ucap Desi , ceweknya Aldo . Ia sering ngeliat Alfen becanda-becanda sama Dara di kampus , walaupun kadang suka berantem . Tapi mereka cocok .
" Yaaa doakan saja . Kalo jodoh kan gak kemana ." Ucap Alfen santai , kemudian menyedot frapechinonya .
Kevin menepuk-nepuk pundak Alfen seakan menyuruh cowok itu untuk sabar .
" Apasih !" Alfen jadi risih apalagi tatapan Kevin itu yang sulit diartikan . " Gue normal !!! Inget !!"
Kevin tergelak kemudian menjitak kepala Alfen . " Gue tuh baik !!! Ngasih lo support !! Kali aja Dara nanti sadar ."
" Sadar apaan sih elah ! Orangnya juga lagi jalan ya sadar kalo gak sadar berarti lagi ngorok dirumah !" Alfen makin gak ngerti .
" Ya kadang emang begitu sih . Cewek terlalu sibuk mencari padahal yang mereka cari ada didepan mata . " kevin menggeleng-geleng frustasi .
" Sotoy lo !!!"
" Bilang aja galau !!"
" Makanya cewek jangan dianggurin !!"
" Ditilep orang baru tau rasa !!"
Alfen tertawa melihat Kevin mulai dibully sama temen-temennya . Omongan Kevin barusan seperti menohok hatinya . Bener-bener pas .
Cewek terlalu sibuk mencari padahal yang dicari ada didepan mata .
Jadi kapan bisa kelihatan ?
......
Ternyata Dion mengajak Dara ke sebuah jembatan kayu yang letaknya dipinggir pantai . Dari sini Dara bisa melihat laut dihadapannya . Beberapa bekas container berdiri kokoh disekitarnya . Tempat ini mirip seperti gudang tapi gak jauh dari sini ada sebuah Cafe yang memang mengusung tema container . Jadi sebuah container disulap menjadi sebuah cafe yang cukup ramai . Tapi Dion mengajak Dara sebentar ke jembatan ini . Ia ingin menikmati angin laut yang menyejukkan , sesejuk hatinya saat melihat Dara .
" Gue baru tau jakarta ada tempat kayak gini ." Ucap Dara , kagum dengan pemandangan jakarta malam ini yang keliatan lebih bagus . Apalagi kontainer-kontainer di sekitarnya dihiasi lampu-lampu kecil untuk penerangan .
" Lo sih taunya ancol doang ." Dion terkekeh .
Dara berdecih . " Songong lo kak ." Ia mengusap kedua telapak tangannya . Angin malam memang kurang bersahabat .
Dion melepas jaket jeansnya dan memakaikannya ke Dara . Cewek itu hanya menurut aja waktu Dion memakaikan jaket ke tubuhnya . " Makan yuk . Seafood disini enak loh . Lo gak lagi program diet kan ?"
Dara menggeleng cepat . " Boro-boro diet . Makan banyak aja gak gede-gede ." Ia menertawakan dirinya sendiri .
Dion tertawa . Bener juga sih . Tapi kebanyakan emang orang mungil makannya banyak , terus kemana dong makanannya diserap ? Yaudah gak usah dipikirin .
......
Sekitar jam 10 malam Dara sudah sampai dirumahnya . Ia melambaikan tangan ke Dion setelah cowok itu pamit untuk langsung pulang . Dara berbalik kearah rumahnya yang ternyata lampunya sudah dinyalakan .
Seperti dugaan Dara , Alfen ada dirumahnya dan sedang tidur di sofa sambil memeluk remot TV . Bahkan TV masih menyala , menampilkan film fast furious yang entah sudah diputar berapa kali di channel TV ini .
Sebuah kotak berisi cheesecake favorit Dara sudah ada diatas meja ruang tamunya . Sepertinya Alfen yang bawa karena ia tau cowok itu pasti kumpul-kumpul sama temen satu timnya tadi seperti biasa . Karena dulu ia pun selalu ikut ke acara itu , dipaksa Alfen tentu saja.
Gak lama Alfen terbangun seakan tau ada seseorang yang sedang ditunggu-tunggunya sejak dua jam yang lalu . " Baru balik ?" Ia melihat Dara yang mulai membuka kotak cakenya dan memakan isinya . Gak peduli sekarang udah jam berapa . Asal cake favorit gratis ya makan aja .
Dara mengangguk . " Makasih cakenya ."
" Bayar ."
Dara mengerucutkan bibirnya . " Dasar jahara lo !"
" Tadi kemana ?"
" Kemana aja boleh ." Ucap Dara sambil melanjutkan memakan cakenya .
Alfen memutar bola matanya , sebel . Padahal ia sampe ketiduran karena nungguin Dara balik . " Gue tidur disini ya . Mager banget balik ." Ucapnya sambil memejamkan matanya kembali .
Dara beranjak kemudian mengambil selimut dari kamarnya dan menyelimuti ke tubuh Alfen . " Udara malemnya lagi gak bagus . Timer aja TVnya nanti ." Ucapnya ke Alfen yang hanya menjawab dengan gumaman . Ia kemudian berbalik dan berjalan ke kamarnya .
Alfen membuka matanya , menatap kearah kamar Dara yang berada dekat tangga . Entah apa yang ia pikirkan tapi sebentar kemudian ia menutup matanya lagi . Lelah rasanya .
Lelah hati dan fisik . Jika saja berhenti mencintai itu semudah menukar channel TV menggunakan remote, sudah Alfen lakukan sejak dulu. Tapi entah kenapa rasa sayangnya ke Dara malah makin bertambah, apalagi mereka sama-sama sendirian di kota ini. Ia merasa perlu melindungi gadis itu.