Sekitar satu jam kemudian, Alfen dan Dara telah sampai di sebuah klinik dokter kandungan yang direkomendasikan oleh Ayahnya Gita. Karena Dara merasa tak nyaman walaupun Ayahnya Gita menawarkan untuk konsultasi setiap bulan dirumahnya tapi gadis itu merasa malu. Gita pun mengerti. Gita pun juga berpikir akan malu jika harus bertemu dengan orang yang dikenalnya dan juga tau soal masa lalunya. Walaupun pastinya akan tutup mulut. Dokter Dania, dokter kandungan wanita berumur tiga puluh lima tahun itu berwajah ramah dengan hijab yang menutupi rambutnya. Dia memang kenalan Ayahnya Gita, tepatnya juniornya saat pernah sama-sama praktek di sebuah rumah sakit. Waktu itu dokter Dania masih KOAS. “Dara ya. Ayo coba kita periksa ya. Mau USG 2D/ 3D/4D?” Tanya dokter Dania dengan suara lembutnya. Ia p

