Alfen menatap café didepannya, ia pun bergantian menatap layar ponselnya yang beberapa jam lalu mendapat pesan balasan dari email yang ia kirim ke pemilik Café. Bahkan gak sampai sehari, emailnya langsung dibalas. Sepertinya tempat ini memang butuh karyawan baru dengan cepat. “Permisi.” Ucapnya pada kasir yang berdiri ditempatnya. “Iya, ada yang bisa dibantu?” Tanya kasir pria itu. Kelihatannya dia lebih dewasa dari Alfen. “Saya dapet email dari Pak Wira. Untuk interview.” Pria itu tersenyum.” Wah! Udah datang. Hayuk ke ruangan saya.” Alfen agak terkejut karena ternyata pria itu adalah pak Wira yang ia maksud. Untung saja ia sudah bersikap sopan sejak awal. Pria itu pun memanggil karyawan lain yang sedang mengelap meja untuk menggantikan posisinya. Lalu mengajak Alfen masuk ke sebua

