Dara membuka laptopnya lagi setelah sekian lama. Sudah hampir semua buku di kamarnya telah selesai ia baca demi menghabiskan waktunya. Ingin membeli buku baru tapi ia tak mau merepotkan orangtuanya lagi apalagi Alfen yang baru mulai bekerja hampir satu bulan ini. Bahkan ponsel pun ia tak berniat memilikinya lagi. Trauma dengan ponselnya yang dibuang Dion waktu kejadian itu. Boro-boro inget ponselnya sendiri, tau dirinya masih hidup saja Dara merasa sangat beruntung. Jika teringat kejadian memalukan itu, Dara benar-benar ingin mengubur dirinya hidup-hidup. Apalagi saat Alfen menemukannya dalam kondisi yang sangat tak pantas. Tapi pria itu malah memeluknya, menenangkannya dan menangis bersamanya. Entah apa yang membuatnya secengeng itu. Tapi Dara merasa sedikit tenang saat itu. Kehangatan m

