“Sudah kubilang,” timpal Miola dengan bibir merahnya yang begitu mengkilap, dua sayap besar yang tetancap di punggung-punggungnya sedikit bergerak-gerak, saat dia sedang berbicara, seakan-akan menandakkan kalau dia saat ini sedang sangat gemas pada anak yang tidak tahu diri itu. “Kami, atau secara khusus, diriku yang merupakan seorang ratu di Ras Viola, tidak memandangmu demikian, kau bukanlah bocah biasa yang bisa ditemui di mana pun, kau punya sesuatu yang dapat membahayakan kedudukan ras-ras yang ada di Kota Vanterlock, terutama kau juga merupakan bagian dari Ras Teriana sehingga sudah tidak aneh lagi jika kau melakukan hal yang semacam itu, seperti yang telah terjadi semalam.” Menghela napasnya, Arga dibuat jengkel oleh Miola, meski sebenarnya tidak ingin merasakan kemarahan ini, enta

