“Tunggu sebentar, aku merasakan ada keanehan pada dirimu, Bos.” Kini yang menyahut adalah Saura laki-laki gemuk, ia memandangi bosnya dengan mata menyipit, seperti seseorang yang sedang mencurigai sesuatu. “Keanehan? Keanehan apa? Aku baik-baik saja.” “Tidak, ini aneh, padahal sebelumnya kau sering tertawa, mengapa sekarang kau jadi tidak bisa tertawa? Apalagi setelah melihat adegan lucu seperti itu di layar, aneh sekali mengingat kau ini orang yang gampang tertawa dibandingkan kami semua.” Ucap Saura laki-laki bertubuh kurus itu pada bosnya dengan suaranya yang menguik-nguik seperti seekor katak kecil. “Benarkah?” kata Sang Bos dengan menaikan sebelah alisnya dengan kebingungan. “Aku orang yang seperti itu di mata kalian?” “Bos! Kau ini kenapa!?” Saura perempuan bertubuh langsing itu

