“H-Hey! B-Berhentilah!” Jiola dengan gugup dan dua tangan gemetaran mencoba untuk menurunkan Arga dari pundak seseorang, tapi tampaknya itu sangat sulit karena anak itu benar-benar keras kepala. Akhirnya Jiola hanya bisa menghela napas dengan jantung berdegup-degup kencang, dia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah Arga menyelesaikan teriakannya, tapi yang jelas ini bisa berakhir ke sebuah kerusuhan dan itu pasti sangat membahayakan bagi semua ras Teriana yang hadir di sana. Tentu saja akibat dari perbuatan yang dilakukan oleh Arga sekarang membuat semua orang yang hadir di sana jadi mulai ramai dan rusuh, bahkan beberapa di antara mereka meneriaki balik kepada anak itu sembari mengecam dan menghujatnya dengan kata-k********r yang sangat kejam, tapi itu semua sama sekali tidak membuat

