“Kau berbicara soal keselamatanku, seolah-olah kau begitu peduli padaku, tapi kau tidak sadar kalau tindakanmu sekarang juga bisa membahayakan keselamatanku! APA KAU BODOH! AKU TIDAK BISA BERNAPAS SEKARANG!” bentak Arga dengan urat-urat di seluruh tubuhnya yang mulai menonjol, gigi-giginya bergelemetuk dan suaranya begitu menggeram layaknya seekor singa yang benar-benar sedang mengamuk. “APA KAU MAU MEMBUNUHKU DI SINI, HAH!? LEPASKAN! LEPASKAN KAKI-KAKI SIALANMU INI DARI LEHERKU, JIOLA!” Setelah mendengar teriakan-teriakan Arga yang mulai tambah histeris, akhirnya Jiola sedikit mengendurkan himpitan kakinya untuk memberi ruang pada Sang Adik untuk bernapas dan bergerak, tapi sayangnya kesempatan kecil itu langsung diambil oleh Arga untuk melancarkan serangan balasan pada Sang Kakak denga

