“Singkirkan kaki-kakimu dariku! Biarkan aku berdiri! Kau membuatku tidak bisa bergerak, Jiola!” teriak Arga dengan sangat kesal, dia benar-benar muak pada perempuan berambut perak itu, selain sering mengaku-ngaku sebagai kakaknya, dia juga bersikap sangat posesif dan menyebalkan, membuat anak itu tidak bisa bebas. Kini, Arga dan Jiola tengah saling berhadapan di sebuah gang sempit di antara himpitan dua bangunan tinggi yang ada di dekat pusat kota, mereka berdua sedang berdebat dan sedikit bertengkar mengenai suatu hal yang intinya Sang Kakak tidak ingin adiknya terlibat ke dalam masalah besar, sementara Sang Adik berupaya untuk menghindari kakaknya yang terus-terusan menghalangi jalannya. Tampaknya perseteruan antara kakak dan adik masih belum usai juga, malah sebaliknya suasananya jadi

