hati mu hangat

919 Kata

Juni dan Gara pergi ke rumah sang dokter, sesampainya di sana, Gara merasa gugup. Wajahnya tampak tegang, Juni yang paham akan hal itu, segera meraih tangan pria itu. Menatapnya dan mengangguk, seolah sedang memberi keyakinan kalo semuanya pasti akan baik-baik saja. Gara baru saja akan mengetuk pintu rumah bergaya sederhana itu. Tapi seorang pria paruh baya sudah keburu keluar dari dalam sana. "Kau...!" Matanya terbelalak terkejut. "Ya... Ini saya, maafkan perbuatan saya tadi malam." Meski canggung, akhirnya Juni bisa dengan lancar mengatakanya. Air muka dokter desa itu terlihat berubah, ia mengangguk mengerti. "Tidak masalah, lupakan saja." Katanya bijaksana. "Tidak, saya merasa sudah keterlaluan..." Gara menjeda kalimatnya dan melirik ke arah Juni sebentar, gadis itu mengangguk s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN