Hari sudah menjelang sore dan tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Junip dan Gara tidak mungkin kembali ke kota karena tiba-tiba saja mobil Gara mesinnya tidak menyala. Dia mencoba menghubungi Jimi untuk kan mobil lainnya,namun pria itu tidak juga mengangkat panggilannya. Sial! Apa yang sedang di kerjakan pria itu sampai melewatkan telepon darinya? "Hujan tidak akan mereda dengan singkat." Ujar Nyonya Ran. "Bagaimana kalau kalian menginap di sini saja." Tawarnya pada Juni dan Gara. Mendengar ibunya bicara demikian, tentu saja Marisa yang paling berbahagia, dia berpikir punya banyak waktu untuk menggoda Gara malam ini. Dia tidak peduli meski ibunya telah menjelaskan jika pria itu tertarik pada Juni-sodara tirinya. Di dalam hatinya, dia tetap berambisi ingin menaklukkan pria itu.

