53. Tentang Ernest dan Apa pekerjaannya. ___________________ Cahaya tertawa ketika suaminya itu mencium pipinya dan menggelitik lehernya dengan hembusan napas yang bertubi-tubi mengenai lehernya. Ini lah yang Cahaya tak inginkan ketika ia di kantor, Erlando pasti tidak akan berfokus pada pekerjaan dan hanya berfokus padanya. Cahaya tertawa karena merasa geli, sikap suaminya itu benar-benar selalu membuatnya menyerah. Meski sering kali Cahaya menghindar namun suaminya itu tetap melakukan sesuai keinginannya. “Sayang, hentikan,” ucap Cahaya. “Nanti ada yang masuk.” “Sayang, mereka tidak akan masuk ke ruangan ini tanpa mengetuk terlebih dulu,” jawab Erlando. “Tapi gak boleh kayak gini juga,” kekeh Cahaya. “Oke deh,” angguk Erlando melepaskan kecupannya. Erlando terkekeh dan mengelus d

