"Yah, mudah untuk mengatakannya. Bagaimanapun, aku memiliki banyak urusan yang harus diselesaikan ketika aku kembali ke Indonesia kali ini. Di sela-sela waktu ini aku akan menemanimu." Dina mengambil kopi di depannya dan memandang Serafina yang sudah menjadi seorang ibu, dia menghela napas, "aku tiba-tiba merasa gagal dalam pergaulan. Kamu sudah melahirkan, tapi aku belum menemukan siapa pun untuk melahirkan.” “Mengapa kamu begitu cemas? Apakah kamu pikir aku ingin melahirkan?” Serafina tersenyum hambar. Suasana tiba-tiba menjadi canggung. Dina meletakkan kopi di tangannya dan menyela, "Hei, kenapa Rian tidak terlihat? Kemana dia? Apa ekspresinya saat pertama kali melihat anak ini? Aku melewatkannya." Pada saat itu, Serafina baru saja selesai melahirkan dan dia masih belum sadar

