SELAMAT MEMBACA * * * “Jani sedang apa?” Utari berdiri di depan pintu kamar Rinjani. Sejak tadi dia perhatikan putrinya itu tengah duduk di atas ranjang, ada buku di tangannya. Namun Utari tau, bukan buku yang ada di tangan yang menjadi fokus putrinya. Rinjani yang mendengar suara bundanya, langsung menoleh. Ternyata benar, bundanya sudah berdiri di depan pintu kamarnya. “Ehhh, Bunda. Masuk Bun,” Ucap Rinjani langsung. Tangannya menutup buku yang dia pegang. Utari pun masuk kekamar Rinjani, dia duduk di atas ranjang di dekat putrinya itu. Sejenak dia mengamati wajah putrinya, yang entah kenapa terlihat begitu berseri. Meski tidak di tunjukkan secara terang-terangan, tapi Utari bisa merasakan jika putrinya tengah bersuka cita. Efek jatuh cinta benar-benar luar biasa. Putrinya yang

