Hazel memasuki ruang rawat Aelina . Napasnya terengah-engah dan raut wajahnya sangat khawatir. Erika dan Aelina melihat ke arah Hazel dengan tatapan heran . Seingat Erika dia tidak pernah memberi tahu kondisi Aelina ke Hazel .
" Kamu ga papa ?"
Aelina mengangguk, wajahnya tersenyum penuh kehangatan . Hazel menatap ke arah Erika dingin .
"Nanti ada yang ingin saya tanyakan"
Aelina meraih tangan Hazel sehingga Hazel menatap ke arahnya. Dengan sebuah catatan yang tertulis "kamu jangan seperti itu ke Erika" , membuat Hazel membelalakkan matanya .
* selanjutnya adalah percakapan Hazel dengan catatan Aelina.
"Apa yang terjadi ?"
"Karena beberapa alasan suaraku tidak bisa keluar ."
"Kamu baik-baik saja dengan keadaan ini ?"
"Aku ga papa , suaraku masih bisa digantikan dengan tulisanku ."
"Maaf"
"Kenapa minta maaf ?"
"Aku sudah berjanji pada tante untuk melindungi kamu . Tapi kamu malah terkena masalah seperti ini ."
"Jangan menyalahkan diri sendiri ."
"Kamu kenapa bisa disini ?"
"Leo yang memberi tahu ."
Erika dan Aelina menatap Hazel heran ?
"Kami satu sekolah sekaligus saingan di sekolah "ucap Leo sembari memasuki ruangan.
"Satu sekolah dan saingan." tanya Erika
"Kami sama-sama kuliah di Inggris."
Aelina manggut-manggut paham . Seorang suster datang dan menghampiri mereka semua . Pemandangan yang sangat luar biasa . Dua orang pria yang tinggi dan menawan satu wanita yang semampai cantik serta seorang wanita mungil dengan wajah imutnya meskipun pucat .
"Maaf sudah waktunya pasien untuk beristirahat. Istirahat yang cukup membantu mempercepat proses penyembuhan pasien "
Mereka semua mengangguk dan mengitari kasur Aelina .
"Kami pergi dulu , nanti aku akan mengajak Lola kesini ."
Erika memeluk Aelina dengan erat.
"Aku akan menempatkan pengawal disini , agar kamu lebih aman ." lanjut Erika
Kami pergi dulu, mereka bertiga keluar dari ruangan Aelina . Begitu mereka keluar semua mata di lorong rumah sakit menatap takjub . Bagaimana tidak takjub dengan pemandangan yang sangat luar biasa . Dua orang pria yang tinggi dan menawan satu wanita yang semampai cantik berjalan beriringan bak model . Pakaian mereka yang berkelas membuat lorong rumah sakit nampak seperti panggung catwalk.
"Kita bicara di restoran seberang rumah sakit ini" ucap Hazel setelah keluar dari pintu rumah sakit.
"Sebentar aku sedang menunggu asisten ayahku dulu"
Tak lama kemudian seorang pria muda dengan setelan jas tiba . Pria berusia muda sekitar 27 tahun dengan wajah yang meskipun tidak setampan Hazel dan Leo tetapi masih mampu berdiri disamping mereka . Seperti pria yang keluar dari sebuah karakter kartun Jepang atau Korea .
" Willi, Kamar VIP lantai 4 , tolong jaga Aelina . Kalau ada yang mencurigakan segera tindak tanpa menimbulkan kekacauan." kata Erika
Pria bernama Willi mengangguk paham . Kemudian memasuki rumah sakit .
"Apa dia bisa diandalkan ? Masih sangat muda sepertinya." tanya Leo dengan nada meremehkan
"Dia adalah anak dari asisten ayahku dulu. Saat usianya 18 tahun dia sudah mulai bergabung dengan kami dan tentu saja dari didikan ayahnya dan ayahku dia menjadi bisa diandalkan seperti sekarang." jawab Erika
Mereka bertiga menyeberangi jalan memasuki restoran yang di maksud
"Ruangan VIP" ucap Hazel kepada salah satu pelayan disana .
Dengan dipandu seorang pelayan mereka bertiga memasuki ruangan tersebut. Ruangan privasi dan nyaman . Ada sebuah sofa dan meja kecilp didepannya dilengkapi dengan sebuah televisi . Meja dan kursi makan pun juga terpisah sehingga nampak seperti ruang tamu dan ruang makan yang dijadikan satu . Mereka duduk di kursi makan dan pelayan yang tadi memandu memberikan menu restoran. Setelah memesan makanan dan minuman pelayan tersebut keluar dari ruangan VIP .
" Ternyata benar dugaanku , kamu juga sama seperti kami ." suara Hazel sontak membuat Erika menatap heran .
"Bos kalian juga seorang mafia . Leo memang nama aslinya apa kamu tau the Owl ?"
Mafia mana yang tidak tahu the Owl . Pemimpinnya dikabarkan memiliki sisi jahat sekaligus sisi baik yang sama kuatnya . Para mafia yang mencoba mengganggu hal yang dilindungi oleh the Owl akan berakhir secara tragis dan menimbulkan teror . Namun lain cerita bila yang diganggu adalah sisi gelapnya. Mereka tidak terlalu sekejam dengan yang mengusik sisi baiknya. Walaupun masih bisa dibilang keji .
"Ya aku tahu the Owl , ayahku mengatakan untuk tidak menggangu the Owl karena organisasi tersebut melindungi beberapa panti asuhan lansia dan anak-anak yang tersebar . Kalau mengganggu mereka akan membawa petaka ke diri sendiri . Jadi kau pemimpinnya? " jawab Erika
"Wah, beda sekali cara bicaramu saat ini dengan yang biasanya " kekeh Leo
"Ini bukan di kantor dan juga bukan jam kerja ." sahut Erika cuek
"Lalu kau juga mafia?" tanya Erika ke Hazel
"Kau tau Wolfram ?" kali ini Leo yang menjawab.
"Iya aku tahu Wolfram, pemimpinnya tidak diketahui identitasnya. Dan hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui identitas sang pemimpin." jawab Erika
"Ibumu tahu kok pemimpin Wolfram bahkan berteman baik . Dan kamu juga mengenalnya." jawab Hazel
"Tante Rita adalah pemimpin Wolfram. ibumu, ibunya Aelina dan tanteku itu berteman baik . Tetapi memang hanya ibunya Aelina yang tidak diberitahu soal identitas mereka ." jelas Hazel
Hal ini sontak membuat Erika menyadari mengapa keluarga Aelina yang berada di dunia terang selalu menjadi incaran para pelaku dunia gelap . Ayah Aelina berteman dengan ayahnya yang seorang mafia . Ibunya Aelina berteman dengan pimpinan mafia dan Aelina dikelilingi oleh anak , keponakan bahkan pemimpin mafia .
Ichidai adalah nama organisasi yang dipimpin oleh keluarga Erika . The Owl, Wolfram, dan Ichidai adalah top three mafia gang yang ditakuti . Sepertinya karena status organisasi inilah yang membuat keluarga Aelina secara langsung membuat para mafia mengincar keluarga Aelina .
Mengetahui hubungan keluarga Aelina dengan para mafia kelas atas dan betapa lemahnya keluarga Aelina membuat mereka menjadi sasaran empuk . Berbeda dengan keluarga Erika, Leo dan Hazel yang memang sedari kecil sudah ditempa dan di didik . Aelina dan keluarganya menjalani hidup seperti orang biasa pada umumnya .
"Tidak menutup kemungkinan akan ada penculikan terhadap Aelina kembali terjadi ." tanya Leo
"Sepertinya aku akan menempatkan pengawal di sekitar Aelina" sahut Hazel
"Kalau begitu aku yang akan disekitar Aelina , kalau tiba-tiba ada orang lain berada disekitarnya dia akan merasa gugup dan ketakutan." sahut Erika
"Sebaiknya Aelina tinggal di tempat lain dulu . Apa kamu punya rekomendasi tempat yang bagus ?" tanya Hazel
"Sebenarnya ada teman kami yang bisa diandalkan untuk masalah seperti ini. Tetapi aku harus menjelaskan situasinya ke dia karena dia agak sedikit lama nyambung dan harus jelaskan ke dia secara detil ." jawab Erika
"Sebentar"
Erika mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang .
"Halo la, lg dimana ?"
"........"
"Bisa ketemu sebentar ga ?"
"........"
"penting ku share loc , nanti tanya aja ruangan VIP atas nama Hazel"
Makanan yang mereka pesan sudah tiba dan mereka makan makanan dengan tenang . Setelah sepuluh menit makanan habis . Sebuah ketukan terdengar kemudian seorang pelayan masuk kedalam dan memberi hormat.
"Ada seorang wanita yang mencari temannya di ruangan ini . Apa benar tuan dan nona sedang menunggu seseorang ?"
"Iya, suruh dia masuk"
"Baik"
Pelayan tersebut keluar dan tak lama Lola masuk ke dalam.
"Erika, lu ngapa...." kalimat Lola menggantung
"Salah ruangan kayanya ini maaf"
Lola membalikkan badannya dan ketika akan pergi.
"Lola !" panggil Erika
Lola menengok ke belakang dan melihat sahabatnya duduk disana .
"Erika mereka siapa ?"
"Bos sama editornya Aelina . Yang ini Leo kalau yang ini Hazel"
"Hai senang bertemu kalian . Kalian artis kah ? Cakep-cakep amat"
Erika memutar matanya dengan malas . Mulai kumat penyakit gatelnya Lola .
"Erika punya temen cakep ga ngenalin ke aku . Jahat ku sumpahi jomblo lamaaaaa banget" ucap Lola enteng
"Udah ih kan aku mau ngomongin sesuatu, jadi tolong ya ganjennya disimpen dulu." Erika mulai jengah kali ini .
Lola pun duduk dan Erika mulai menjelaskan dari awal hingga akhir.
"Boleh, kalau Aelina ku minta tidur di apartemen aku gimana ? aku ada apartemen yang tidak aku tempati . Aelina bisa tinggal disana ." jawab Lola santai
"Seriusan kamu ? Apartemen apa namanya ?"
"ClownClover Apartment, iya gpp"
Hazel yang saat itu mendengarkan menjadi antusias .
"lantai berapa?"
"lantai lima kamar CC5A"
"Thank you Lola kamu memang penyelamat." jawab Lola