*** Apapun yang kalian harapkan semuanya memang hanya tinggal harapan *** "Mana Abi?" Prasetyo menatap Glandi dengan napas memburu. Jantungnya berdetak sangat kencang. Ada dua hal sekaligus yang membuat Prasetyo merasa begitu panik. Pertama dia baru menyadari dia meninggalkan Karlita sendirian di pantai dan yang kedua Abiyana yang tidak di temukan di manapun. "Belum ada yang berhasil menemukan dia, gue benar-benar nggak bisa mikir lagi, nyonya Hilmaya nggak sadarkan diri setelah menangis sejak tadi," ucap Glandi. Prasetyo mengacak rambutnya frustasi. Pria itu kemudian duduk di kursi tunggu yang di sediakan di sana. Matanya bergerak tidak tenang, menandakan bahwa dia sedang berusaha berpikir dengan keras. Mencoba mengingat tempat-tempat yang akan di kunjungi oleh Abiyana. "Bukannya lo

