Bab 20: Sebuah Fakta

2015 Kata

*** Ketika lo mengaku mengenal dia dengan sangat baik, di saat itu lah lo terlihat bodoh *** "Bukannya lo nggak mau ke Solo? Kenapa pagi ini dandan cantik dan fresh banget?!" Kalimat penuh sindiran itu jelas datang dari Rindu Hafshayu yang sudah selesai bersiap sejak tadi sedangkan Karlita Samantha terlihat masih sibuk di depan kaca. Meneliti setiap penampilannya. "Lo lihat penampilan gue, amati baik-baik. Kira-kira apa yang akan gue lakukan menurut lo ketika sudah memakai pakaian dan riasan wajah seperti sekarang?" tanya Karlita. Gadis itu tersenyum penuh arti pada Rindu. Rindu hanya menggelengkan kepalanya. Jelas saja otak Karlita Samantha sedang merencanakan sesuatu yang luar biasa. Rindu sedikit menghawatirkan Prasetyo. "Naik apa ke Solo?" tanya Rindu. Keduanya kini duduk di meja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN