23. Pernikahan Macam Apa

1064 Kata

Suasana saat Vedra menginap malam itu terasa sekali tidak nyamannya, terlebih setelah ibu Cendric pulang ke rumahnya sendiri, Sabrina tak hentinya nyerocos tentang keinginan mertuanya yang menurutnya sangat merepotkan. "... asisten rumah tangga jadi nggak ada gunanya kan? Seharusnya kan nggak usah repot, mana aku juga baru belajar masak ... pasti banyak deh kritikannya ...." Vedra mendengarkan curahan hati kakaknya dengan penuh perhatian, meskipun dia enggan berkomentar karena merasa bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa di rumah itu. "Kakak coba aja ambil hati ibu mertua, kan nggak ada salahnya." Vedra memberikan saran yang sewajarnya. "Siapa sih menantu yang nggak mau disayang sama mertuanya sendiri?" Sabrina mendengus dengan wajah yang seolah tertekan. "Aku mau cepat-cepat cerai aja,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN