47 Kamar yang Terpisah

1093 Kata

Begitu suami dan adik iparnya pergi rapat, Sabrina kembali ke kamarnya sendiri denhan langkah-langkah lemas. "Duhh, kayaknya aku benar-benar harus istirahat dulu deh untuk sementara ..." keluh Sabrina seraya rebah di tempat tidurnya lagi. Dia lantas meraih ponselnya untuk menghubungi Vando yang beberapa hari ini kelimpungan dan meneleponnya terus menerus. "Kak, kayaknya Kak Sabrina lagi sakit deh." Oza berkomentar ketika dia dan Cendric sedang dalam perjalanan menuju hotel tempat diadakannya acara jamuan yang diselenggarakan relasi bisnisnya. "Mungkin," sahut Cendric sambil lalu. "Sakit apa sih dia?" tanya Oza lagi sambil memandang Cendric. "Mana aku tahu?" tukas Cendric, mulai meradang. "Lho, Kakak kan suaminya!" ucap Oza heran dan Cendric ingin sekali menyumpal mulut adiknya itu de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN