Sabrina dan Vando rupanya tidak cukup sekali dua kali saja memadu kasih layaknya pasangan suami istri resmi pada umumnya. Berbekal kepercayaan bahwa Vando akan segera membebaskannya dari pernikahan dengan Cendric dan selembar pengaman, Sabrina rela menyerahkan harta teragung miliknya berkali-kali untuk dinikmati Vando tanpa batas sepuasnya. "Aku bahagia banget, Brin ..." lenguh Vando dengan keringat berleleran di dahi dan tengkuknya setelah mendaki kenikmatan itu lagi dan lagi hingga Sabrina tergolek tak berdaya di sampingnya. "Kesetiaan kamu benar-benar cuma buat aku seorang." "Iya ..." sahut Sabrina dengan suara lirih. "Pokoknya ... kamu harus ... bisa sukses demi aku ... demi cinta kita ...." Vando mengulurkan lengannya dan mendekap Sabrina dari belakang. "Pasti," kata Vando meyakin

