"Dari mana saja kamu?" tanya Cendric ketika Sabrina tiba di rumah hampir pukul delapan malam. "Tahu nggak ini sudah jam berapa?" Sabrina agak terkejut juga karena tidak biasanya Cendric peduli dengan kegiatannya selama di luar. "Apaan sih, sukanya kepo sama urusan orang lain saja." Sabrina yang awalnya mau masuk kamar jadi mengurungkan niatnya dan memilih untuk menghadapi Cendric dengan gagah. "Orang lain?" ulang Cendric dengan sorot mata tajam. "Meskipun aku nggak suka mengakuinya, tapi kamu itu istri sah aku. Bisa nggak kamu jangan bertingkah yang bisa bikin nama Danadyaksa itu jelek di mata publik? Bisa?" Sabrina mengernyitkan wajahnya ketika dia mendengar ucapan Cendric yang seakan mengagungkan nama besar keluarganya. "Kamu pikir aku berbuat apa? Kriminal?" tanya Sabrina dengan n

